Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Pemain Paling akhir yang Dilepaskan Atalanta ke Premier League

News Apdete Terkini - Pemain Paling akhir yang Dilepaskan Atalanta ke Premier League, Transfer bursa musim panas tahun ini selalu memperlihatkan geliat yang lumayan aktif. Setiap club sudah mulai membuat skuadnya dengan masak. Entahlah itu mengambil pemain baru atau menjual pemain ke club lain, transfer bursa ini kali jadi peristiwa cocok untuk setiap pemain untuk tentukan masa datang profesinya.

Pemain Paling akhir yang Dilepaskan Atalanta ke Premier League

Terkini, Tottenham Hotspur datangkan bek muda Argentina, Cristian Romero, dari Atalanta. Kepindahnya itu susul Pierluigi Gollini, rekanan satu team Romero saat mengenakan seragam La Dea. Terhitung ke-2 nama itu, berikut 5 pemain paling akhir yang dilepaskan Atalanta ke arah club Premier League. Cek this out!

Pemain Paling akhir yang Dilepaskan Atalanta ke Premier League

1. Marten de Roon

Sekarang ini Middlesbrough memang tidak bersaing di Premier League dan cuman jadi peserta Championship. Akhir kali The Boro rasakan atmosfer semarak Premier League terjadi pada musim 2016/2017 kemarin. Dengan status SLOT ONLINE TERBAIK sebagai team promo, The Boro menyiapkan skuadnya dengan masak dan mengambil beberapa perekrutan baru, salah satunya Marten de Roon dari Atalanta.

Pemain tengah asal Belanda itu dihadirkan buat perkuat baris tengah Middlesbrough yang sering jadi titik kurang kuat. Keyakinan itu dibayarkan de Roon dengan tampil reguler sekitar 34 kali di semua gelaran. Namun, de Roon tidak berhasil selamatkan muka The Boro selesai kembali terdegradasi ke Champions pada musim kiprahnya. Dia juga pilih pulang ke Atalanta dan masih bertahan sampai sekarang ini.


2. Timothy Castagne

Timothy Castagne ikuti tapak jejak Dennis Praet dan Your Tielemans yang sekarang ini aktif bermain untuk Leicester City. Castagne tergabung dengan tim The Foxes sesudah didaratkan Atalanta musim kemarin. Dia didapuk sebagai pesaing Ricardo Pereira di pos bek kanan Leicester. Awal mula kiprahnya di Inggris jalan secara lancar dan Castagne sanggup stabil.

Seiring waktu berjalan, perform pria berumur 25 tahun itu malah turun karena sering didera cidera. Kesehatan Castagne yang belum konstan turut mempengaruhi performnya di lapangan. Keseluruhannya, dia mencatat 34 performa dengan koleksi dua gol dan 4 assist di semua persaingan.


3. Amad Diallo

Prospektif, muda, dan berpotensi. Tiga argumen kuat kenapa Manchester United berani melakukan investasi dengan datangkan Amad Diallo. Dia diambil Setan Merah pada tengah musim kemarin dari Atalanta. Sebenarnya, Diallo baru rasakan tim khusus La Dea awalnya musim kemarin. Dengan modal performanya di lapangan, Diallo berhasil bikin United tertarik.

Awalnya perjalanan pemain berpaspor Pantai Gading itu bersama Setan Merah cukup berkelok. Dia baru dipercayai tampil sekitar 8 kali dengan perolehan satu gol dan 1 assist. Peluang Diallo untuk semakin berkembang masih lebar terbuka. Apa lagi, dia dapat mencicip pengalaman dengan rekanan segrup yang telah berpengalaman, salah satunya Edinson Cavani dan Bruno Fernandes.


4. Pierluigi Gollini

Geliat transfer Tottenham Hotspur di bawah kepelatihan Nuno Espirito Santo lumayan aktif selama ini. Tidak hanya mengambil Bryan Gil, The Lilywhites datangkan penjaga gawang baru yang dipandang sebagai penerus sebanding Hugo Lloris yang mulai dikonsumsi umur. Perekrutan itu ialah Pierluigi Gollini dari Atalanta.

Walau cuman dengan status utang sepanjang satu musim, penjelajahan Gollini bersama Spurs dapat semakin lama kembali jika dia dipatenkan diakhir musim nanti. Kultur sepak bola Inggris bukanlah hal yang asing untuknya. Saat sebelum mekar bersama Atalanta, Gollini pernah mengelana ke Inggris dengan bela team muda Manchester United dan Aston Villa.


5. Cristian Romero

Figur Cristian Romero sukses menarik perhatian sepanjang satu musim paling akhir. Bermain bersama Atalanta pada musim pertama kalinya, Romero tampil kompak dan dikukuhkan sebagai Bek Terbaik Serie A musim kemarin. Semakin spesial kembali, dia bawa Tim nasional Argentina juara Copa America 2021 pada Juli kemarin. Semua perolehan itu membuat Romero dicari klub-klub hebat Eropa.

Penawaran untuk penawaran tiba silih ganti, tapi penawaran dari Tottenham Hotspur tidak dapat dia tolak. Apa lagi, dia akan bereuni dengan Pierluigi Gollini, rekanan satu teamnya saat mengenakan seragam Atalanta. Romero diambil SITUS JUDI SLOT secara utang dan akan dipatenkan diakhir musim dengan harga 55 juta euro atau sekitaran Rp933 miliar. Dia diplot sebagai alternatif Toby Alderweireld yang pilih berpindah dari Spurs.

Penjaga gawang dengan Performa Paling banyak di Piala Eropa

News Apdete Terkini - Penjaga gawang dengan Performa Paling banyak di Piala Eropa, Tampil di Piala Eropa tentu sebagai kebanggaan besar untuk seorang pemain. Tiap pemain pasti suka bila dapat berperan serta bela negaranya di kompetisi berprestise itu. Apa lagi, bila dapat menulis jumlah performa yang banyak di Piala Eropa.

Penjaga gawang dengan Performa Paling banyak di Piala Eropa

Sejauh riwayat, ada beberapa penjaga gawang yang dipercayai tampil di beberapa pertandingan Piala Eropa. Siapa dari mereka yang punyai performa paling banyak? Berikut 5 penjaga gawang yang tersering tampil di Piala Eropa sejauh riwayat.

Penjaga gawang dengan Performa Paling banyak di Piala Eropa

1. Gianluigi Buffon (17 kali)

Penjaga gawang dengan performa paling banyak di Piala Eropa selama  AGEN SLOT TERBAIK ini ialah Gianluigi Buffon. Kiper asal Italia itu tampil 17 kali dalam 4 edisi yang dia permainkan, yakni Piala Eropa 2004, 2008, 2012, dan 2016. Buffon memegang sebagai kapten pada tiga edisi paling akhir.

Perolehan terbaik Buffon di Piala Eropa ialah bawa Gli Azzurri capai set final Piala Eropa 2012. Sayang saat itu Italia harus kalah dari Spanyol dengan score 0-4. Buffon sendiri sekarang ini masih aktif bermain, tetapi telah pensiun dari tim nasional semenjak 2018 hingga jumlah performanya di Piala Eropa ditegaskan tidak bertambah.


2. Edwin van der Sar (16 kali)

Selanjutnya ada Edwin van der Sar, penjaga gawang jangkung asal Belanda yang tampil di empat edisi Piala Eropa, dimulai dari Piala Eropa 1996 sampai 2008. Van der Sar menulis sekitar 16 kali performa di Piala Eropa, sedang keseluruhannya dia menulis 130 caps untuk Tim nasional Belanda.

Itu membuat bekas penjaga gawang Manchester United ini jadi pemain Belanda dengan caps paling banyak ke-2 , cuman kalah atas Wesley Sneijder. Sayang, van der Sar tidak sanggup bawa negaranya raih piala dan perolehan terbaik cuman sampai semi-final pada Piala Eropa 2000 dan 2004.


3. Rui Patricio (16 kali)

Portugal yang barusan tersisih di set 16 besar Piala Eropa 2020 ini menulis 16 performa seperti van der Sar. Jumlah itu dia tulis dalam 3 edisi saja, yakni Piala Eropa 2012, 2016, dan 2020.

Sebetulnya Rui Patricio masuk juga tim Portugal di Piala Eropa 2008, tetapi saat itu dia tidak bisa peluang bermain. Perolehan terbaik Rui Patricio di Piala Eropa pasti ialah menjadi juara pada edisi 2016 kemarin. Rui Patricio baru berumur 33 tahun hingga masih tetap ada peluang dia bakal tampil kembali di Piala Eropa 2024 kedepan.


4. Manuel Neuer (15 kali)

Jumlah performa Manuel Neuer di Piala Eropa selama ini ketahan di angka 15 laga. Neuer sebetulnya berkesempatan menyamakan caps Rui Patricio dan Edwin van der Sar di Piala Eropa 2020 ini. Tetapi apa daya, negaranya, Jerman, barusan tersisih di set 16 besar oleh Inggris.

Jumlah 15 performa diraih Neuer sesudah tampil dalam 3 edisi Piala Eropa, yakni Piala Eropa 2012 sampai 2020. Telah berumur 35 tahun, bisa saja Neuer telah mainkan laga terakhir kalinya di Piala Eropa. Tetapi, tidak tutup peluang dia akan dipercayai bermain di Piala Eropa 2024 kelak.


5. Hugo Lloris (15 kali)

Nama ke-5 ialah Hugo Lloris, penjaga gawang yang negaranya barusan tersisih dari Piala Eropa 2020. Penjaga gawang Prancis ini menulis keseluruhan 15 performa di Piala Eropa, terhitung pertandingan set 16 besar Piala Eropa 2020 menantang Swiss. Lloris ikut dalam tiga edisi Piala Eropa, yakni Piala Eropa 2012 sampai Piala Eropa 2020.

Tidak cuman kerap tampil, Lloris dipercayai jadi kapten SLOT ONLINE TERBAIK dalam ke-3 edisi Piala Eropa itu. Sayang, Lloris belum sanggup bawa Prancis jadi juara Piala Eropa dan tahun ini juga upayanya tidak berhasil. Telah berumur 34 tahun, bisa saja peluang paling akhir Lloris mengusung piala Piala Eropa ialah tahun 2024 kelak.

Bukti Mengenai Tim Team Nasional Jerman di Kompetisi Piala Eropa

News Apdete Terkini - Bukti Mengenai Tim Team Nasional Jerman di Kompetisi Piala Eropa, Pelatih timnas Jerman, Joachim Low, barusan umumkan beberapa pemain yang bakal dibawa pada Piala Eropa 2020. Pria berumur 61 tahun itu panggil keseluruhan 26 pemain untuk melalui persaingan itu. Jerman dapat disebut bergabung dalam group neraka karena harus bermain menantang Portugal dan Prancis.

Oleh karenanya, bila ingin bisa lolos sampai set luruh, Jerman harus tampil optimal. Ditambah lagi, kompetisi ini bisa menjadi yang paling akhir untuk Joachim Low bersama timnas Jerman.

Bukti Mengenai Tim Team Nasional Jerman di Kompetisi Piala Eropa

Tentu saja hasil optimal diinginkan dapat dicapai oleh Der Panzer ini kali. Berikut lima bukti mengenai tim timnas Jerman pada gelaran Piala Eropa 2020.


1. Beberapa pemain kiprahan

Dari 26 nama yang memperoleh panggilan, lumayan banyak pemain yang masih belum pernah rasakan tampil di kejuaraan Eropa. Beberapa nama seperti SLOT ONLINE TERPERCAYA Kevin Volland, Florian Neuhaus, Jamal Musiala, Kai Havertz, Christian Guenter, sampai Robin Gosens baru rasakan kiprahnya di tahun ini.

Bukti Mengenai Tim Team Nasional Jerman di Kompetisi Piala Eropa

Bahkan juga, Christian Guenter baru tampil dengan timnas Jerman sekitar 1 kali. Catatan itu didapatnya pada 13 Mei 2014 saat berlaga menantang Polandia dalam laga pertemanan.


2. Jamal Musiala jadi pemain paling muda

Jamal Musiala baru dipropagandakan oleh Bayern Munchen pada musim ini. Meskipun begitu, si pemain sukses tampil janjikan bersama Die Roten. Terdaftar pemain berumur 18 tahun itu sanggup tampil sekitar 39 laga dan membuat 7 gol dan 1 assist.

Catatan itu sukses membuat dianya diundang untuk bermain bersama timnas Jerman pada Piala Eropa 2020. Hal itu sekalian membuat Musiala jadi pemain paling muda dalam tim Der Panzer dalam gelaran itu.


3. Manuel Neuer jadi pemain paling tua

Walaupun sekarang ini umurnya telah 35 tahun, Manuel Neuer masih jadi unggulan untuk Bayern Munchen. Dia berperanan penting dalam kesuksesan team raih banyak gelar beberapa musim paling akhir. Musim ini dia sukses membuat 14 clean sheet dari 46 laga di semua gelaran.

Dengan perform yang kompak itu, tidaklah heran bila Neuer masih dipercaya oleh Joachim Low pada gelaran Piala Eropa 2020. Menyaksikan umurnya yang tak lagi muda, bisa saja kompetisi ini bisa menjadi yang paling akhir untuk Neuer.


4. Thomas Muller dan Mats Hummels kembali lagi ke tim Jerman

Thomas Muller dan Mats Hummels akhir kali memperoleh panggilan untuk tampil dengan timnas Jerman pada 2 tahun lalu. Sesudah menanti lumayan lama, ke-2 nama itu pada akhirnya dapat kembali mengenakan seragam Der Panzer. Semuanya sudah pasti tidak lepas dari perform mereka yang bagus pada musim ini.

Muller yang tampil impresif bersama Bayern Munchen sukses membuat 15 gol dan 24 assist dari 46 laga. Di lain sisi, Hummels sanggup tampil kompak di baris pertahanan Borussia Dortmund dengan membuat 16 clean sheet dari 48 laga.


5. Kompetisi paling akhir Joachim Low

Joachim Low mulai jadi pelatih khusus timnas Jerman di tahun 2006. Itu maknanya dia keseluruhan telah menggarap Der Panzer sepanjang 15 tahun. Sepanjang waktunya itu, Low telah tangani timnas Jerman sekitar 191 laga dengan 122 pertandingan usai dengan kemenangan, 37 seri, dan 32 kekalahan.

Salah satunya titel juara yang sukses disembahkan oleh dianya ialah piala Piala Dunia 2014. Pada tahun terakhir kalinya tangani timnas AGEN SLOT TERPERCAYA Jerman, Low pasti mengharap dapat memberi hadiah manis dalam perpisahannya itu.

Dengan tim yang oke, kurang lebih, sanggupkah Der Panzer raih titel juara pada gelaran Piala Eropa 2020?

Pemain Juventus Saat Ini yang Berawal dari Amerika Latin

News Apdete Terkini - Pemain Juventus Saat Ini yang Berawal dari Amerika Latin, Tidak dapat dipungkuri kembali jika Juventus sebagai salah satunya club terbaik di Italia. Club berjulukan Sang Nyonya Tua ini telah berlimpah prestasi di beberapa persaingan lokal sampai sering berkompetisi di Eropa.

Hal itu sudah pasti memancing ketertarikan beberapa bintang lapangan rumput dari seluruh dunia untuk tergabung, tidak kecuali pemain dari Amerika Latin yang banyak yang bela bermacam club dalam dunia. Sekarang ini, Bianconeri diperkokoh beberapa pemain dari Amerika Latin. Minimal ada enam pemain dari Amerika Latin yang sekarang jadi unggulan Juve.

Pemain Juventus Saat Ini yang Berawal dari Amerika Latin

Siapa mereka? Berikut pemain Juventus sekarang ini yang dari Amerika Latin. Cek it out!

Pemain Juventus Saat Ini yang Berawal dari Amerika Latin

1. Alex Sandro (Brasil)

Salah satunya pemain Juventus musim Game Slot Online ini yang dari Amerika Latin ialah Alex Sandro. Pemain yang dari Brasil ini telah lumayan lama jadi sisi dari Juve. Alex Sandro tergabung dengan Bianconeri semenjak musim 2015/2016 sesudah pergi dari FC Porto.

Walau mulai menua, dia masih jadi salah satunya pilar penting Sang Nyonya Tua sekarang ini. Sepanjang jadi sisi Juve, pemain yang sekarang berumur 30 tahun itu sudah bermain di dalam 221 laga di semua persaingan. Dari performanya itu, dia mencatatkan 11 gol dan 29 assist.


2. Juan Cuadrado (Kolombia)

Juan Cuadrado jadi pemain Amerika Latin yang telah lumayan lama mengenakan seragam Juventus. Awalannya dia sebagai pemain yang dipinjamkan dari Chelsea pada musim 2015/2016 kemarin. Dipandang tampil bagus, pemain dari Kolombia ini juga memperoleh kontrak tetap dari Juve.

Cuadrado sebagai pemain serbabisa, terutamanya disamping kanan. Dia juga sering dimainkan sebagai bek kiri sampai striker kiri seperti keperluan. Sampai sekarang ini pemain 32 tahun itu sudah mencatat 210 laga bersama Bianconeri. Sering menolong gempuran, dia cetak 17 gol dan 50 assist.


3. Danilo (Brasil)

Masih dari baris belakang, Juventus mempunyai pemain yang dari Amerika Latin yang lain, yakni Danilo. Berlainan dari pemain awalnya, pemain yang dari Brasil ini baru tergabung dengan Juve semenjak musim 2019/2020.

Awalnya, pemain 29 tahun itu sudah eksper bersama klub-klub elite Eropa, seperti Manchester City dan Real Madrid. Danilo sebagai pemain serbabisa, terutamanya di baris belakang. Dia mempunyai status murni sebagai bek kanan. Sampai sekarang ini, dia sudah bela Bianconeri dalam 67 laga dengan catatan tiga gol dan 3 assist.


4. Arthur Melo (Brasil)

Dari baris sedang Arthur Melo yang berawal dari Brasil. Pemain muda asal Amerika Latin yang ini baru bela Juventus semenjak awalnya musim ini. Arthur sebagai pemain yang dihadirkan Juve dari club elite Spanyol, Barcelona.

Pemain 24 tahun itu baru rasakan atmosfer sepak bola Eropa semenjak 2018 kemarin. Bersama Sang Nyonya Tua, Arthur sudah mencatat beberapa performa di bawah bimbingan Andrea Pirlo. Selama ini, dia sudah tampil di dalam 25 laga di semua persaingan. Berposisi sebagai pemain tengah, dia baru cetak satu gol dari performanya itu.


5. Rodrigo Bentancur (Uruguay)

Pemain Juventus musim ini ada yang dari Uruguay. Pemain Game Live Casino yang diartikan ialah Rodrigo Bentancur yang berposisi sebagai pemain tengah. Bentancur bisa juga disebut masih lumayan muda. Tetapi, pemain 23 tahun itu telah lumayan lama jadi sisi Sang Nyonya Tua.

Semenjak musim 2017/2018, dia telah bela Juve sesudah diambil dari Boca Juniors. Dia juga telah mencatat lumayan banyak laga sampai sekarang ini. Pemain dari Uruguay ini tampil di dalam 143 laga di semua persaingan. Bekerja di baris tengah, dia mencatat tiga gol dan 14 assist.

Ini Penyerang yang Pernah Perkuat Inter Milan dan Juventus

News Apdete Terkini - Ini Penyerang yang Pernah Perkuat Inter Milan dan Juventus, Inter mengambil langkah ke semi-final sesudah menaklukkan pesaing sekotanya AC Milan. Nerazzurri meraih kemenangan dengan score 2-1 dalam laga itu.

Sementara Juventus sukses singkirkan SPAL. Team bimbingan Andrea Pirlo mencetak kemenangan 4-0 di Allianz Fase. Bianconeri terang mengangkat visi balas sakit hati dalam laga. Mereka ingin membalas kekalahan 0-2 dalam gelaran Serie A beberapa lalu.

Ini Penyerang yang Pernah Perkuat Inter Milan dan Juventus

Sementara Inter tidak diperkokoh Romelu Lukaku dalam laga ini. Bomber Belgia itu harus jalani skorsing satu laga di gelaran Coppa Italia. Persaingan di antara Inter dan Juventus telah berjalan lumayan lama. Walau demikian, ada beberapa pemain Game Slot Online, terhitung penyerang yang pernah bela ke-2 club itu. Siapa penyerang yang sempat pernah perkuat ke-2 team itu? Berikut lima antara mereka.

Ini Penyerang yang Pernah Perkuat Inter Milan dan Juventus

Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic ialah pemain yang punyai profesi cukup sukses di Italia. Dia mengawali profesinya di Negeri Pizza itu bersama Juventus.

Ibrahimovic berpindah ke Juventus dari Ajax dengan ongkos 16 juta euro. Bomber Swedia itu cetak 26 gol dan 17 assist dalam 91 laga.

Ibrahimovic lalu putuskan berpindah ke Inter Milan sesudah Juventus turut serta dalam kasus calciopoli. Dia menyumbangkan 66 gol dan 28 assist dari 116 laga untuk Nerazzuri.

Christian Vieri

Christian Vieri menarik perhatian ketika bermain untuk Atalanta. Juventus selanjutnya tiba dan membayar Vieri pada 1996.

Tetapi, Vieri cuman bertahan satu musim di Turin. Bekas bomber tim nasional Italia itu berpindah ke Atletico Madrid sesudah memenangi gelar Serie A dan cetak 14 gol dari 36 pertandingan.

Sesudah perkuat Lazio, Vieri bertambat ke Inter Milan pada 1999. Dia sukses cetak 122 gol dari 190 laga sepanjang enam musim mengenakan seragam Nerazzurri.

Roberto Baggio

Roberto Baggio berpindah ke Juventus pada 1990 dengan nilai transfer paling mahal waktu itu. Kepindahnya itu sempat pernah membuat fans Fiorentina geram.

Baggio selanjutnya jadi unggulan di club anyarnya. Saat di Turin, Baggio berhasil raih piala Serie A, Coppa Italia dan Piala UEFA.

Sesudah bermain untuk Bologna, Baggio selanjutnya berpindah ke Inter Milan pada 1998. Profesi Baggio di Giuseppe Meazza cuman berjalan dua musim saat sebelum pindah ke Brescia.

Aldo Serena

Aldo Serena perkuat Inter Milan di tahun 1978 sampai 1985. Dia cuman cetak 11 gol dalam 51 laga waktu itu.

Serena pada akhirnya dipasarkan ke Juventus pada musim 1985/86. Bekas bomber tim nasional Italia itu raih satu scudetto dan sukses cetak 21 gol dalam 51 performa sepanjang dua musim.

Inter selanjutnya mengambil kembali Serena pada musim 1987/88. Serena tampil mengagumkan dengan cetak 45 gol di dalam 114 performa dan memenangi scudetto dan Piala UEFA.

Giuseppe Meazza

Giuseppe Meazza memulai profesinya di Inter Milan. Dia terdaftar jalani 348 laga dengan cetak 240 gol di Serie A sepanjang 13 tahun.

Sesudah bermain Game Live Casino untuk AC Milan sepanjang dua musim, Meazza mengenakan seragam Juventus pada musim 1942/43. Legenda Italia itu habiskan satu musim di Turin dengan cetak 10 gol dari 27 performa di Serie A.

Meazza sempat pernah balik ke Inter pada musim 1946/47. Dia bermain sepanjang satu musim dengan cetak 2 gol dari 17 pertandingan di Serie A saat sebelum putuskan menggantung sepatu di situ.

Bek tengah asal Belanda dengan Bandrol Paling mahal Saat Ini

News Apdete Terkini - Bek tengah asal Belanda dengan Bandrol Paling mahal Saat Ini, Tim nasional Belanda telah beregenerasi secara berarti dalam 3 tahun paling akhir. Mereka mempunyai beberapa pemain muda berpotensi yang paling kapabel di tempatnya masing-masing ketika ada di atas lapangan.

Bek tengah asal Belanda dengan Bandrol Paling mahal Saat Ini

Beberapa pemain game live casino itu salah satunya paling menguasai berposisi sebagai bek tengah. Kekuatan yang luar biasa membuat nilai pasar yang mereka punyai membumbung secara fenomenal, lalu siapa saja mereka?

Bek tengah asal Belanda dengan Bandrol Paling mahal Saat Ini

1. Virgil van Dijk - 80 juta euro

Virgil van Dijk ada di posisi paling atas sebagai bek paling mahal yang dipunyai tim nasional Belanda. Dianya benar-benar kuat dan susah ditembus banyak musuh. Ini yang membuat van Dijk benar-benar menguasai di baris pertahanan.

Pada musim ini, van Dijk tidak dapat perkuat Liverpool secara utuh karena risiko cidera yang demikian kronis hingga dianya harus menyisih dalam waktu yang berlama-lama. Status van Dijk diganti sementara oleh de Vrij di tim nasional Belanda.

2. Matthijs de Ligt - 75 juta euro

Matthijs de Ligt ada di posisi ke-2 dengan nilai pasar seputar 75 juta euro. Nominal yang fenomenal dipunyai de Ligt karena perform yang dipunyainya sepanjang bela Ajax Amsterdam.

Ini dia perlihatkan bersama Juventus dalam pertandingan-pertandingan paling akhir. Tidaklah aneh bila de Ligt sering jadi sandaran di baris belakang karena kepiawaiannya dalam menggunting saluran bola musuh.

3. Stefan de Vrij - 55 juta euro

Stefan de Vrij jadi bek unggulan Inter Milan musim ini. Tetapi, dianya susah memperoleh tempat khusus di tim nasional Belanda karena kedatangan Virgil van Dijk. Peluang de Vrij baru terlihat saat van Dijk menyisih karena cidera.

Pertandingan-pertandingan pertemanan dia mainkan secara baik dan membuat keyakinan penuh si pelatih untuk mainkan de Vrij semakin besar dibanding awalnya. Perform di tingkat club diperlihatkan sama bagusnya dengan di tim nasional Belanda.

4. Nathan Ake - 40 juta euro

Nathan Ake mendapatkan keyakinan besar di tim nasional Belanda sesudah performanya bersama Bournemouth di Liga Inggris benar-benar bagus. Ini memberi Ake peruntungan karena dianya sukses diambil oleh Manchester City.

Peluang emas itu dia capai secara bertepatan dengan dilatih oleh Pep Guardiola di tingkat club dan bermain untuk tim nasional Belanda. Ake mempunyai kenaikan harga dibanding awalnya saat dia bela Chelsea.

5. Sven Botman - 25 juta euro

Sven Botman ialah pemain muda yang dipunyai tim nasional Belanda yang memulai profesi mudanya di tingkat sekolah tinggi Ajax Amsterdam. Dianya berkembang cepat dan meneruskan profesi profesionalnya bersama LOSC Lille.

Performa Botman di Liga Prancis tidak demikian jelek dan sanggup jadi tandem yang pas bersama Jose Fonte di tingkat club. Dianya mendapatkan keyakinan penuh untuk isi tim Belanda saat de Ligt alami cidera.

Tim nasional Belanda mempunyai segala hal untuk raih tempat berprestise di persaingan selanjutnya. Mereka melahirkan tembok pertahanan baru yang sangat dekat dengan pemain bintang yang mahal yang dipercaya mampu bawa kemasyhuran.